13-June-2008

13/06/2008 11:26

RINGKASAN

  • Penjualan ritel AS meningkat seiring konsumen memanfaatkan stimulus pemerintah dan ekonomi yang mungkin tidak terlalu lemah.
  • Naiknya klaim tunjangan pengangguran di AS menunjukkan masih lemahnya pasar tenaga kerja.
  • Fed's Plosser: tingkat suku bunga harus naik dalam waktu dekat untuk mencegah kenaikan harga.
  • Keinginan InBev untuk membeli Anheuser senilai $46 M merupakan pengambilalihan oleh perusahaan asing yang terbesar ketiga terhadap perusahaan AS.
  • Emas terpuruk seiring dolar memperpanjang penguatannya terhadap euro.


Stimulus Pemerintah Mendongkrak Penjualan Ritel AS
ritel AS meningkat di bulan Mei, dua kali lipat dari perkiraan karena konsumen menggunakan stimulus untuk pembayaran serta ekonomi yang mungkin tidak selemah yang ditakuti sebelumnya. Penjualan ritel naik 1.0%, dilaporkan Departemen Perdagangan hari Kamis. Sebelumnya ekonom yang dijajaki Dow Jones Newswires mengestimasi kenaikan 0.5%. Kenaikan penjualan yang sehat di bulan Mei mengindikasikan konsumen mulai menggunakan uang yang disubsidi oleh pemerintah dalam upaya stimulasi untuk mencegah jatuhnya ekonomi. Kongres telah memberikan paket stimulus ekonomi, yang ditandatangi Presiden Bush tanggal 13 Februari lalu, dengan pemberian rebat pajak. Sekitar $48 M pembayaran telah disalurkan.

Klaim Tunjangan Awal AS
Angka pekerja AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir 7 Juni mengalami kenaikan 25K, melampaui perkiraan, dan mencapai level tertinggi 10 minggu sebagai pertanda melemahnya pasar tenaga kerja. Total penduduk yang mendapatkan tunjangan naik hingga 3.139 juta, tertinggi sejak Februari 2004. Klaim awal rata-rata 4 minggu, ukuran yang lebih stabil, naik ke 371,500 dari 369,000. Klaim mingguan sendiri berada di kisaran 359,000 tahun ini, dibandingkan 321,000 di 2007. Laporan ini menunjukkan kendati pasar tenaga kerja masih lemah, data pengangguran sejauh ini tidak sama dengan periode penurunan tajam ekonomi sebelumnya. Contohnya, selama resesi tahun 2001, sekitar 415,000 tenaga kerja mengajukan klaim pengangguran setiap minggunya.

Fed's Plosser: Tingkat Suku Bunga Harus Naik Untuk Membatasi Inflasi
Anggota dewan Fed yang lebih agresif mengatakan kepada CNBC bahwa tingkat suku bunga harus naik dalam waktu dekat ini agar mencegah kenaikan harga-harga. “Kini sangat jelas bahwa suku bunga harus dinaikkan. Pertanyaannya adalah kapan.” Komentar Plosser ini merupakan rangkaian pidato dari pejabat The Fed terkait bahayanya inflasi. “Kami tidak dapat mengkontrol harga minyak secara langsung, namun kami dapat mengontrol tekanan inflasi pada ekonomi,” tambahnya. Plosser merasa Fed harus menghindari penanganan inflasi yang salah di tahun 1970 dimana keterlambatan mengambil tindakan, membiarkan lonjakan harga minyak berimbas pada inflasi yang lebih tinggi.

InBev Mungkin Perlu Menawar Lebih Tinggi Untuk Bud
InBev memberikan penawaran $65 per lembar saham untuk Anheuser, pembuat Budweiser, 11% lebih tinggi dari harga closing Anheuser di hari Selasa dan 24% diatas harga sebelum dilaporkan adanya kemungkinan penawaran tersebut bulan lalu. InBev seharusnya tidak bermasalah dengan keuangan, dikatakan oleh Trevor Stirling, riset analis senior di Sanford Bernstein. Produk Inbev termasuk Stella Artois dan Beck’s. Sementara Anheuser mendominasi 48.5% pasar minuman bir di Amerika. Jika InBev membeli Anheuser untuk $46 M maka itu akan menjadi merger dan akuisisi terbesar tahun ini, yang sekaligus merupakan pengambilalihan oleh perusahaan asing yang terbesar terhadap perusahaan AS. Nilai tukar Euro tertekan setelah adanya potensi keluarnya arus dana asing dari Euro ke Dollar dengan berita ini.

Polling – CPI AS Bulan Mei Diperkirakan Naik Pada Laju Tercepat Di 2008
Tingginya harga makanan dan gas, kembali memberi tekanan pada ukuran utama inflasi ritel di bulan Mei, menurut ekonom yang di jajak Reuters menjelang dirilisnya indeks harga konsumen bulanan hari Jumat ini. Indeks Harga Konsumen, yang paling umum digunakan untuk mengukur inflasi, kemungkinan akan menguat 0.5 % di Mei, kenaikkan bulanan terbesar sejak November, setelah naik 0.2 % di April, berdasarkan perkiraan 80 ekonom. Sejumlah perusahaan yang terpengaruh dengan harga energi tengah meningkatkan harga barang yang lain, seperti tiket pesawat akibat lonjakan harga bahan bakar jet, menurut ekonom. "Kendati inflasi inti cukup moderat sejak awal tahun, ekspektasi inflasi telah melonjak akibat merangkaknya harga makanan dan gas," kata Wachovia dalam catatan prospek A.S.

Emas Jatuh Hingga Level Terendah Sejak Awal Mei
Emas terpuruk lebih dari 2% pada hari Kamis terendah sejak awal Mei seiring dolar memperpanjang penguatannya terhadap euro menyusul data penjualan ritel AS naik lebih dari 1% di Mei. Berita ini memicu persepsi bahwa suku bunga AS telah mecapai dasarnya dan langkah Fed selanjutnya adalah kenaikan, yang mungkin akan terjadi akhir tahun ini. "Kami memperhatikan pergerakan emas mengikuti mata uang...ada banyak ketidakpastian akan inflasi dan pergerakan minyak selanjutnya, " ungkap analis Standard Bank, Walter de Wet. Dengan kecenderungan terjadinya spekulasi atas data ekonomi, emas mungkin terus tergelincir.

Buletin ECB Mengatakan Bank Sentral Masih Waspada
ECB mengungkapkan inflasi telah mengalami kenaikan secara signifikan, dan resiko harga-harga lebih cenderung ke atas. Inflasi diekspektasikan masih meninggi untuk jangka waktu lebih lama, dan resiko kenaikan harga juga dikonfirmasi oleh adanya pertumbuhan kredit serta uang yang sehat. Pada saat  yang sama, fundamental ekonomi di zona Eropa masih kuat, kendati masih adanya ketidakpastian prospek kedepan yang masih tinggi serta resiko penurunan masih ada. ECB secara kuat berkomitmen untuk mengamankan ekspektasi inflasi, dan anggota dewan masih mewaspadai hal ini.

Survey BoE Menunjukkan Ekspektasi Inflasi UK Meroket
Ekspektasi inflasi UK meroket hingga rekor tertinggi sebesar 4.3% di bulan Mei, menurut data hasil penjajakan dari BoE. Hasil polling triwulan Gfk/NOP menunjukkan nilai median dari ekspektasi tersebut menjauhi laporan bulan sebelumnya 3.3%. Untuk tingkat inflasi saat ini, responden memberikan jawaban dengan nilai median 4.9%, yang juga lebih tinggi dari bulan Februari 3.9%. Responden mempercayai bahwa ekonomi akan berakhir lebih lemah  jika harga mulai naik dengan cepat. Hasil penjajakan ini menunjukkan persepsi inflasi yang mencapai rekor tertinggi. BoE sendiri tidak akan menyukai hasil survey ini dan memupus harapan pemangkasan bunga bulan Juli.

Australia Mengalami Penurunan Tenaga Kerja Untuk Pertama Kalinya Dalam 19 Bulan
Ekonomi Australia diluar perkiraan kehilangan tenaga kerjanya di bulan Mei, mengakhiri rekor booming tenaga kerja dan membuat mata uang negara melemah akibat spekulasi bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga lagi. Perusahaan telah memberhentikan 19,700 pekerjanya bulan lalu, menurut Biro Statistik di Sydney. Estimasi dari 22 ekonom adalah bertambah 13,500. Angka pengangguran bertahan pada 4.3% dari April. Pengusaha akan tetap mem-PHK pekerjanya terkait rekor harga energi dan perlambatan global mendorong penghematan.

Nikkei Ditutup Terendah 2 Minggu Akibat Kekhawatiran Inflasi
Nikkei turun 2.1% ditutup terendah dalam 2 minggu pada hari Kamis, dimana eksportir seperti Canon Inc cemas akan naiknya inflasi yang akan memperlambat perekonomian global. Jika harga minyak tetap tinggi di level sekarang, maka hal ini akan mempengaruhi permintaan di negara berkembang, seperti India , dan melukai eksportir, sementara permintaan domestik tidak dapat diharapkan. Pelemahan yen merupakan berita bagus, tapi investor yakin prediksi pendapatan akan lebih rendah jika harga minyak tetap tinggi.

Bursa Hong Kong Turun 1.3% Mengikuti Shanghai
Indeks Hong Kong ditutup lebih rendah 1.3% pada hari Kamis setelah bursa Cina jatuh hingga level terendah 14 bulan dimana investor ritel khawatir dengan naiknya inflasi dan kebijakan kredit pemerintah yang ketat. Investor juga cemas bahwa kebijakan moneter ketat Beijing akan melukai laba perusahaan. "Investor ritel telah hilang kepercayaannya di bursa saham A dan beberapa orang membuang sahamnya sekarang, meskipun sudah terlambat," ungkap Peter Lai, diretur di DBS Vickers.


Bila dalam email ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu adalah lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di email ini.

David S.
Business Dev. Officer (BDO)
Monex-Kbn. Sirih
Direct: 021-712-04075
Y!M: tanyakedavid
http://monexfutures .blogspot. com

Back

Search site

© 2008 All rights reserved.